ummuhanin

Hati-hati dengan produk makanan dan minuman yang mengandung Aspartame karena dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus.

Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela. Saya akan beritahu Anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan.

Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi.

Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat.

Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson.

Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, Anda Sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut.

Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS! Pada kemasan tertulis: Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].

Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di Bandung, selain EXTRA JOSS, produk-produk minuman lainnya yang juga mengandung ASPARTAME yaitu M-150, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore..., Frutillo, Segar Sari, POP ICE Es Blender, Segar... Dingin, OKKY Jelly Drink, Sari Vit C, Naturade Gold, AQUA Splash of Fruit, FORTY PLUS.

Beritahukan semua orang yang Anda kenal dan sayangi akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.

Author: Penelitian Badan POM (Pengawasan Obat & Makanan) - JKT

sumber : http://bima.ipb.ac.id/~anita/aspartame.htm
ummuhanin

Problem terbesar yang dihadapi seluruh bangsa dan masyarakat adalah problem penyia-nyiaan waktu, karena penyia-nyiaan waktu penyia-nyiaan kehidupan dan apa saja yang telah hilang bisa di cari kecuali waktu. Oleh karena itu, ingatlah selalu kalimat berikut dan tulis di depan anda dengan huruf besar:
”Waktu itu tidak berkembang biak, tidak memanjang, tidak berhenti, tidak kembali ke belakang, dan terus berjalan ke depan".
Ketahuilah bahwa syarat pertama kesuksesan di kehidupan ialah memanage waktu dengan efesien. Pada dasarnya, waktu tidak bisa di manage manusia, kendati banyak sekali pembahasan tentang menejemen waktu di buku-buku mereka, karena waktu bergerak dengan ketentuan Alloh subhanahu wa ta'ala. Namun yang bisa dimanage ialah penggunaan kita terhadap waktu di tengah kehidupan. Al-Qur'anul karim dan Sunnah Nabi sholallohu 'alaihi wa sallam telah lebih dahulu memberi peringatan dari penyia-nyiaan waktu sejak 1400 tahun silam kepada orang-orang bijak, para pemikir, dan orang-orang yang merenungi perjalanan kehidupan.
Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ 
"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain". (QS. Alam Nasyrah [94]: 7)
Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3(
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS. Al 'Ashr [103]: 1-3)
Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam barsabda:
{نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ : الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ}
"Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia merugi di dalamnya, yaitu; nikmat sehat dan waktu luang". (HR. Bukhori: 6412)
     Pembagian Waktu dalam hidup
1)      Kebutuhan-kebutuhan pokok yang mencakup menunaikan kewajiban kita kepada Alloh subhanahu wa ta'ala, kemudian kepada Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam dan kepada para shohabatnya.
2)      Kebutuhan-kebutuhan pokok yang wajib bagi diri kita seperti makan, minum, tidur, pengobatan, rumah.
3)      Pergaulan dengan keluarga, sanak saudara, teman-teman, dan tetangga.
4)      Pengembangan diri dalam keilmuan dan kesehatan dengan membaca, menulis, olah raga, rekreasi, dan ibadah-ibadah sunnah.
5)      Kejadian-kejadian mendadak, misalnya moment tertentu, kejadian tertentu, dan krisis.
6)      Pekerjaan; baik pekerjaan fungsional (da'wah), pedagang, petani, profesi, dan waktu-waktu khusus; baik yang produktif atau tidak produktif.
 Petunjuk Umum Tentang Interaksi Dengan Waktu
1.      Kerjakan perkara-perkara yang yang paling penting terlebih dahulu, misalnya mendahulukan ibadah-ibadah yang wajib dari ibadah yang sunnah, mendahulukan perintah Alloh subhanahu wa ta’ala dari perintah hambanya. Mendahulukan kepentingan bersama dari kepentingan pribadi.
2.      Usahakan anda membeli kebutuhan-kebutuhan disatu tempat, pada waktu yang sama, dan dalam jumlah yang banyak, agar anda tidak perlu membeli lagi dalam waktu dekat. Hal yang sama berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sekolah, pengobatan dan rekreasi.
3.      Terkait dengan pekerjaan fungsional, bagilah ke dalam bagian-bagian seperti berikut dan konsekwenlah sebisa mungkin dengannya;
a)      bagian pertama untuk bertemu atasan atau bawahan, guna berdiskusi dengan mereka seputar pekerjaan.
b)      Bagian kedua untuk mengunjungi orang-orang yang mengunjungi kantor anda dan mendengar permintaan mereka.
c)      Bagian ketiga untuk menyelesaikan tugas-tugas dan lembaran-lembaran kerja yang harus anda selesaikan hari itu.
d)      Bagian keempat untuk menjawab pembicaraan via telepon yang masuk ke kantor. Anda perlu ingat bahwa telpon adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan, jadi gunakan sesuai penggunaannya dan jangan jadikan sebagai sarana untuk membunuh waktu.
4.      Terkait dengan kunjungan-kunjungan oleh anda atau kepada anda, usahakan di lakukan dengan janji sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan, waktunya digunakan ke dalam hal-hal yang bermanfaat, dan menggunakan waktu selanya untuk aktifitas-aktifitas sekunder.
5.      Adapun pindah (tranportasi) dari satu tempat ketempat lain, usahakan dengan sarana sebanyak mungkin untuk menghemat waktu, uang, tenaga. Jika anda bisa pergi di waktu-waktu yang tidak padat, maka jangan pergi di waktu-waktu padat. Jika anda bisa menyelesaikan sebagian pekerjaan ketika anda naik pesawat, atau kereta api, atau bis, dan lain sebagainya, maka kerjakan. Jika tidak, gunakan waktu anda untuk beristirahat dan tidur sebagai persiapan untuk pekerjaan-pekerjaan setelah perjalanan. Usahakan melakukan booking tempat sebelum berangkat dengan waktu yang cukup, terutama di musim-musim ramai.
6.      Saat-saat menunggu secara terpaksa, seperti menunggu panggilan, dokter, tamu, makan ketika anda menjadi tamu, dan lain sebagainya, adalah menyia-nyiakan sebagian besar waktu.
Untuk mengatasi problem tersebut, usahakan anda mengurangi waktu-waktu menunggu dengan cara mengatur janji, komitmen dengannya, dan memilih waktu-waktu yang tidak padat. Selain itu, untuk mencapai maksud anda, gunakan jalan terpendek dan paling lancar, serta ajak orang lain untuk menjalankan perannya masing-masing dan tidak melebihinya. Terakhir, di sela-sela anda menunggu, gunakan waktu anda untuk membaca, atau berdzikir, atau tafakkur.
7.      Di antara program harian anda, tentukan waktu-waktu untuk pengembangan diri dengan membaca, belajar, mengikuti kursus spesialisasi yang tepat, i'tikaf untuk beribadah, puasa sunnah, dan lain sebagainya.
8.      Di antara program harian anda, tentukan waktu-waktu untuk relaksasi dan rekreasi yang diperbolehkan. Anda jangan berpendapat bahwa hal tersebut termasuk menyia-nyiakan waktu, karena hal tersebut diambil manfaatnya, dengan proprosional, dan pada waktunya, maka berpengaruh positif dalam menyemangatkan jiwa dan menghilangkan kejenuhan.
9.      Anda jangan ragu untuk mengatakan: "Pulanglah kalian, karena itu lebih baik bagi kalian". Dan menjawab dengan kata: "Tidak". Ketika orang-orang pengangguran ingin menyia-nyiakan waktu anda dan menghancurkan aset termahal yang anda miliki (waktu).
10.  Waspadalah dari menyia-nyiakan waktu di depan sarana-sarana hiburan, namun anda harus mengendalikannya, terutama bersama  anak-anak anda dan orang-orang yang ada dibawah tanggungan anda. Biasakan mereka menghormati aturan dan keterangan kehidupan mereka dengan cara memanfaatkan waktu dan mengemban tanggung jawab.
11.  Letakkan kotak cadangan kunci-kunci anda di tempat yang mudah diambil dan jauh dari jangkauan anak-anak dan orang-orang yang tidak berkepentingan. Aturlah kunci-kunci disaku anda dengan cara permanen yang mudah untuk diambil kapan saja dan hanya dengan menyentuh. Anda jangan meletakkan semua kunci di satu gantungan, namun letakkan kunci-kunci kerja yang saling berdekatan di gantungan khusus, karena sebagian besar waktu habis untuk mencari kunci. Bisa jadi, pintu di bongkar dan pekerjaan terbengkalai gara-gara mencari kunci.
 Bagaimana Mengurangi Penyia-nyiaan Waktu?
1)      Tulislah di buku catatan kecil tentang waktu anda yang hilang sia-sia dan ini anda kerjakan selama seminggu, kemudian sebulan. Setelah itu, hitunglah keseluruhan waktu anda yang hisang secara sia-sia selama setahun, kemudian perhatikan berapa prosentase kehidupan anda yang hilang sia-sia. Kertas untuk mencatat waktu yang hilang sia-sia bisa berbentuk seperti ini:
Waktu yang hilang sia-sia pada jam..., hari..., bulan..., jumlah waktu yang hilang sia-sia..., sebabnya..., tempatnya..., dan bersama...
2)      Lakukan pembagian waktu anda sesuai dengan pekerjaan anda seperti yang sedang berjalan, kemudian pekerjaan-pekerjaan yang mana yang menghabiskan waktu lebih dari banyak dari pada kebutuhannya dan apakah yang tidak mendapatkan waktu yang memadai. Kemudian siapkan perimbangan program harian anda sesuai dengan hasil yang ada.
3)      Di saat-saat tenang dan istirahat, lakukan pengenalan terhadap kecenderunngan-kecenderungan pribadi dan perhatikan pengaruhnya dalam menghabiskan waktu anda di urusan-urusan sepele, agar setelah itu anda bisa melakukan perbaikan dan perjuangan melawan hawa nafsu.

Sumber: Nurulilmi.com
Labels: 0 comments | | edit post
ummuhanin


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَءَاتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ“

Dan hendaklah kamu tetap(tinggal) dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahilyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya (Al-Ahzab :33)

Wahai ukhti muslimah,…Wanita dalam pingitan menunjukkan kemuliaan dan kesucian. Terdapat dalam sejarah dari dulu hingga kemudian. Dalam pingitan malu menjadi hiasan. Wajarlah bila ia menjadi primadona dan dambaan. Bukankah Allah ciptakan bidadari surga dalam pingitan?

Tetapi mengapa wanita sekarang berlomba-lomba meninggalkan rumahnya,menukar tempat yang mulia dengan kehinaan?Bukankah telah Allah perintahkan dalam Al-Qur’an tinggallah dalam rumah-rumah kalian wahai wanita yang beriman?tidakkah kau lihat sekarang terjadi berbagai kerusakan dari banyaknya wanita yang berbaur dengan laki-laki dan berkeliaran?perselingkuhan dan perzinahan menjadi kemaksiatan yang tak lagi menakutkan, pada Allahlah kita meminta pertolongan…

Wahai ukhti muslimah,…banyak slogan bertaburan untuk menjadikan kalian wanita yang mengikuti perkembangan zaman walaupun harus mengorbankan agama dan kehormatan kalian, agar julukan kuno dan ketinggalan zaman tidak melekat pada diri kalian.

Hingga akhirnya wahai saudariku,…sebagian saudari kita merasa sesak dan sempit dadanya ketika harus tinggal dirumah. “Seperti burung dalam sangkar “, katanya. Betapa membosankannya! Merasa nyaman ketika di luar rumah bergaul begitu bebas tanpa batasan, keluar rumah tanpa kebutuhan. Hilanglah sudah rasa malu yang menjadi hiasan utama para wanita, tak merasa risih berbicara dengan lawan jenisnya tanpa ada kebutuhan yang penting atau mendesak bahkan tertawa dan bercanda? Bukankah Rasul kita yang mulia bersabda : “Malu adalah sebagian dari iman?”(1)

Mereka beralasan “Tidaklah kami keluar melainkan karena kami harus bekerja membantu suami atau orangtua kami karena kebutuhan hidup yang semakin tinggi, bagaimana kami hidup jika kami tidak keluar bekerja?”

Wahai saudariku,…mencari nafkah adalah tanggungjawab suami jika engkau telah bersuami, ridhalah dengan pemberiannya. Syukurilah ia walau tak seberapa, keridhaanmu dan qana’ahmu (menerima apa adanya) justru akan membawa barakah pada harta suamimu. Bila engkau belum menikah maka ayahmulah yang bertanggungjawab atas biaya hidupmu. Bersyukurlah atas pemberian orangtuamu dan berbaktilah pada mereka agar doamu dikabulkanNya. Bukankah Uwais Al-qarni sangat berbakti pada ibunya yang membuat doanya dikabulkan Allah? hingga Nabi kita yang mulia menyuruh Umar Radiyallahu anhu bila berjumpa Uwais agar meminta doa darinya agar Allah mengampuni dosa Umar? Bukankah Umar radiyalahu anhu juga menawarkan dunia berupa surat rekomendasi kepada uwais yang waktu itu akan ke Kufah. Bila saja ia mau menggunakannya maka kehidupannya akan berubah. Dunia mendatangi Uwais dan tunduk padanya akan tetapi Uwais menolaknya dengan berkata, “Menjadi orang biasa dan tidak terkenal adalah lebih aku sukai.”(2)

Wahai saudariku fillah,… dalam hidup ini kita akan selalu dirisaukan dengan kelaparan, kefakiran dan ketakutan karena memang demikianlah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an sebagai ujian bagi orang-orang yang beriman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Tidakkah kau lihat dalam sejarah wahai saudariku,…sebelum sahabat dan sahabiyah mengenal islam. Hidup dalam gelap gulita, kehinaan, permusuhan, pertumpahan darah, kesesatan bahkan kefakiran. Kemudian mereka menyerahkan diri mereka hanya taat pada perintahNya dan RasulNya tercinta. Keikhlasan dan mengikuti Sunnah Nabi mereka adalah pedoman hidup mereka. Jasad mereka berjalan di atas muka bumi tetapi hati-hati mereka tergantung di akhirat. Iman, takwa dan amal shaleh menjadi pakaian mereka. Maka kejayaan, kekayaan bahkan dunia menghampiri dan bertekuk lutut dihadapan mereka. Tidakkah mereka pada saat itu menguasai bumi dari timur hingga barat? Allahpun memenuhi janjiNya. 



وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (An-Nuur: 55).

Wahai saudariku,…aku ulang sekali lagi, bukankah dunia menghampiri para sahabat yang mulia? Mereka tidak tertipu dan terbenam dalam gemerlapnya kehidupan dunia. Akan tetapi justru hidup zuhud adalah pilihan mereka. Mereka tetap memilih untuk khusyu’, tunduk dan berhina diri di hadapan Allah Azza wa jalla.

Lalu arahkanlah pandanganmu sekali lagi pada Al-Qur’an,…akan engkau dapati kisah indah dan menakjubkan. Dua wanita putri nabi yang mulia, sangat terpaksa harus membawa binatang ternaknya ke sumber air Madyan . Karena sang ayah telah lanjut usia hingga tugasnya tak mampu lagi beliau tunaikan. Rasa malu menghalangi mereka untuk berbaur (ikhtilath) dengan kaum lelaki jadilah mereka menunggu dari kejauhan. Mereka rela sabar menunggu memberi minum ternaknya setelah berlalunya rombongan. Inilah dia kisah yang akan membuat hatimu tertawan, Allah berfirman:

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ

“Dan tatkala ia (Nabi Musa alaihis salam) sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)? ” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.(Al-Qashas:23).

Maka Allahpun memberikan pertolongan pada kedua putri Nabi Syuaib alahis salam dengan hadirnya Nabi Musa alaihis salam yang memberi minum ternak mereka.


فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

“Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ketempat yang teduh lalu berdo’a: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (Al-Qashas :24).

Wahai hamba Allah yang shalihah,…renungkanlah kisah mulia diatas. Rasa malu ternyata telah menjadi hiasan wanita di masa lampau. Walau bagaimanapun beratnya tantangan hidup, dua putri nabi mulia memilih menjauh dari ramai sesaknya para pria. Bersabar menunggu hingga mereka pergi dan berlalu barulah mereka memberi minum ternaknya kemudian Allah pun memudahkan urusan dunia mereka dengan menghadirkan Musa alaihis salam agar menolong mereka berdua.

Diantara saudari kita ada yang berkata, “Kita tetap harus bekerja karena kita butuh pegangan, kita butuh harta agar anak-anak kita tidak terlantar bila ayahnya tiada, apalagi kita tidak tahu isi hati suami kita bagaimana kalau ia tergiur wanita lain lalu melupakan kewajibannya menafkahi keluarga?”

Wahai para istri,…tak ada satupun ulama melarang wanita bekerja dengan dua syarat kewajibanmu sebagai istri engkau tunaikan dan jenis pekerjaan yang tidak melanggar syariat agama. Tinggal dirumah adalah lebih utama akan tetapi bila memang engkau harus keluar maka taatilah rambu-rambu agama. Keluar dengan menutup aurat secara sempurna yaitu dengan jilbab syar’i yang merupakan pakaian wanita bertakwa, hindari ikhtilath semampumu, menundukkan pandangan dan hiasan malumu janganlah engkau tanggalkan. Karena dengan malu itulah engkau menjadi terhormat dan dimuliakan.

Jika engkau berburuk sangka pada suamimu diluar ketika mencari nafkah,..hatimu tidak tenang dan was-was boleh jadi ia tergiur wanita lain. Tidakkah engkau sadar karena ini adalah akibat dari bergaul bebasnya wanita dengan laki-laki sehingga engkaupun terkena fitnah keraguan? Sebagai seorang muslimah yang beriman hendaklah menjauhi dari prasangka karena ini adalah dosa sebagaimana Rabb kita berfirman: 



يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa” (Al-Hujuraat: 12)

“Bagaimana bila suamiku tiada, tentu anak-anakku akan terlantar”, Wahai saudariku,… jangan biarkan setan mengelabuhimu. Menakut-nakutimu terhadap perkara ghaib. Kematian adalah perkara yang ghaib, hanya Allah saja yang tahu. Boleh jadi kitalah yang mendahului suami kita karena urusan ajal adalah rahasia Allah semata. Kita dilarang berbuat “rajman bilghaib” yaitu menerka-nerka sesuatu perkara yang ghaib yang dimana hanya Allah saja yang mengetahuinya.

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Dan, tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Lukman : 34).

Bercerminlah wahai ukhti muslimah,…pada Ummu Salamah radiyallahu anha. Ketika suaminya tercinta ditakdirkan Allah sebagai syuhada. Beliau beristirja (mengucapkan innalillahi wa inna ilahi raajiun) kemudian bersabar dan bertawakal kepadaNya dengan berdoa:

“Ya, Allah berikanlah pahala karena musibah ini dan berikanlah kepadaku pengganti yang lebih baik”(3).

Maka beliaupun bertanya pada dirinya sendiri, “Siapa gerangan yang lebih baik dari Abu Salamah?” Allahpun menjawab doanya ketika iddah beliau selesai, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam datang melamarnya kemudian menikahinya dan beliau pula yang menanggung anak-anak Ummu Salamah. Ummu Salamah berkata:

Allah telah mengganti untuk diriku yang lebih baik dari Abu Salamah radiyallahu anhu yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.4.

Wahai ukhti muslimah semoga Allah memuliakanmu, setelah engkau membaca kisah Ummu Salamah Radiyallahu anha apalagi yang engkau ragukan?Apa lagi yang engkau risaukan?Bukankah Ar-Rahman telah memberikan jaminan setelah Ia memberikan ujian dan cobaan pada hamba-hambaNya yang beriman?kebahagiaan di akhirat berupa surga yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian. Di dunia bahkan Dia akan menggantinya dengan lebih baik dari yang sebelumnya hamba tersebut dapatkan. Buah dari kesabaran dan ketawakalan.

Tinggal di rumah adalah perintah dari Rabbmu Azza Wajalla, sangat utama ibadah dan berpahala. Kebaikan di dalamnya tersimpan melimpah ruah. Barakah dari atas langit senantiasa tercurah.

Duhai, para calon bidadari surga… segeralah kembali pada seruan Penciptamu,taatilah perintahNya maka keberuntungan akan menghampirimu, kebahagiaan dunia akan mendatangimu akhiratpun berbahagia menyambutmu.Wallahu a’lam bish-shawwab.

Artikel ini telah di muraja’ah (dibaca dan di cek ulang) dan di setujui oleh :
Ustadz Khalid Syamhudi Lc dan Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.



Sumber Rujukan:
  1. Terjemah Shahih Bukhari,Asy-Syifa’, Semarang.
  2. Ringkasan Shahih Muslim,Pustaka Amani, Jakarta.
  3. Hiburan bagi Orang-orang Yang Tertimpa Musibah,Muhammad bin Muhammad Al-Manjabi Al-Hambali,Darul Haq,Jakarta.

Catatan kaki:
  1. HR.Muslim no.30 Bukhari no.9 
  2. Lihat Hadits Riwayat Muslim no.1747 dan 1748 
  3. HR.Muslim no.918 kitab janaiz 
  4. lihat kisah ini dalam Shahih Muslim dalam kitab al-Janaiz 
Source: Jilbab.or.id